Struktur Organisasi

Struktur Organisasi Lembaga Sertifikasi Profesi Politeknik Negeri Lampung berdasarkan Panduan Mutu LSP Nomor : PM01/LSP-POLINELA/2016.

Struktur Organisasi LSP Politeknik Negeri Lampung

 

Keterangan :

  1. LSP Polinela (Politeknik Negeri Lampung) adalah suatu lembaga yang dibentuk atas amanat Undang-undang Sisdiknas yang pendiriannya disahkan oleh, dan dengan demikian mempunyai kekuatan hukum untuk melakukan perbuatan hukum dengan pihak ketiga.
  2. Organisasi LSP Polinela terdiri unsur pengarah (board) dan unsur pelaksana. Unsur pengarah terdiri atas ketua merangkap anggota dan anggota yang berasal dari ex officio Politeknik Negeri Lampung, sedangkan unsur pelaksana  terdiri atas Ketua,  bagian administrasi, dan bidang-bidang Standardisasi, Sertifikasi dan Manajemen Mutu. 
  3. Pengarah mempunyai tangggung jawab atas keberlangsungan LSP Polinela (Politeknik Negeri Lampung) dengan menetapkan Visi, misi dan tujuan LSP Polinela (Politeknik Negeri Lampung), program kerja, anggaran belanja, mengangkat dan memberhentikan pengurus LSP, komunikasi dengan stakeholder dan mobilisasi sumber daya.  
  4. Unsur Pelaksana LSP Polinela (Politeknik Negeri Lampung) memiliki fungsi  sebagai pelaksana kebijakan yang telah ditetapkan oleh pengarah, dengan tugas-tugas sebagai berikut: a). melaksanakann program kerja LSP Polinela (Politeknik Negeri Lampung), b). melakukan monitoring dan evaluasi, c). menyiapkan rencana program dan anggaran, d). memberikan laporan dan bertanggungjawab kepada Pengarah.
  5.  Komite Skema mempunyai tugas: a) memfasilitasi kegiatan identifikasi kebutuhan jenis kompetensi tenaga dari industri, b)memfasilitasi kegiatan pengembangan standar kompetensi, c). memfasilitasi pengusulan standar kompetensi baru untuk ditetapkan sebagai SKKNI.
  6.  Manajer Sertifikasi mempunyai tugas: a) memfasilitasi penyusunan Materi Uji Kompetensi dan kualifikasi, b) melaksanakan kegiatan asesmen, c) melaksanakan verifikasi TUK, d) melakukan “recruitment” asesor serta pemeliharaan kompetensi asesor baik asesor manajemen mutu maupun asesor kompetensi.
  7. Manajer Manajemen Mutu mempunyai tugas: a)mengembangkan menerapkan system manajemen mutu LSP sesuai Pedoman BNSP 217, b) memelihara berlangsungnya system manajemen agar tatap sesui dengan standard dan pedoman yang diacu, c) melakukan audit internal dan kaji ulang manajemen LSP.
  8. Bagian Administrasi mempunyai tugas: a)Memfasilitasi unsur-unsur organisasi LSP guna terselenggarannya program sertifikasi profesi, b) melaksanakan tugas-tugas ketatausahaan organisasi LSP,